A. Menjadi Cikgu DHAYU..!!
(Disiplin & Kesiapan Mental, kunci utama kesuksesan PPL di Malaysia untuk menjadi calon Guru berwawasan Global)
Oleh : Dhayu Wisanteng Triatmojo
Coba
tebak.., setelah melihat foto dibawah ini, menurut anda kapankah foto ini
diambil? Sore hari kah..? malam kah...? atau....?? siang tapi malam..?? haha
FOTO 1 : Sesaat sebelum berangkat
mengajar ke SMKBP.
Jika
anda berfikir ini adalah foto yg diambil pd malam hari, hemm.. kurang tepat.
Meskipun belum nampak adanya cahaya matahari dan sekitar pun terlihat masih
gelap, ini adalah foto yang diambil pada pukul 05.30 pagi
waktu Malaysia atau 04.30 pagi waktu Indonesia bagian barat. Bangun lebih pagi
dan mandi lebih pagi adalah suatu kegiatan rutin yang harus aku lakukan setiap
hari di Malaysia. Hal ini aku lakukan karena ku tinggal di Kolej Rahman Putra (asrama
Universiti Teknologi Malaysia/UTM) dan apabila berangkat ke sekolah praktikal, memerlukan
waktu kurang lebih 30-35 menit menggunakan mobil atau 40 menit jika ada sedikit
traffic jam, hingga sampai sekolah
tujuan. Presensi guru dilakukan dengan presensi sidik jari, sehingga memudahkan
pendataan kehadiran guru dan karyawan, yang secara otomatis akan aktif hingga
waktu yang ditentukan yaitu presensi dilakukan sebelum pukul 07.10 bagi guru
dan karyawan. Rutinitas inilah yang membuat aku lebih bisa menghargai waktu
dalam segala aktifitas yang aku lakukan sewaktu menjadi guru praktikal mengajar
di Malaysia.
Selain
kedisiplinan, kesiapan mental juga sangat dibutuhkan bagi para mahasiswa yang
mengikuti program pertukaran mahasiswa PPL kerjasama IKIP-UTM. Hal ini
dibuktikan dengan adanya suatu kegiatan bimbingan psikologis yang dilakukan
beberapa hari sebelum para mahasiswa PPL di berangkatkan ke Malaysia, oleh
beberapa dosen pembimbing dari IKIP PGRI Semarang (Bpk. Argo, dkk). Kegiatan
ini dimaksudkan agar semua mahasiswa yang akan mengajar di beberapa sekolah di
malaysia sudah siap dan tiada rasa takut ataupun minder serta lebih percaya
diri apabila dihadapkan pada suatu kondisi lingkungan yang tentunya sangat
berbeda dengan kondisi di Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar