Senin, 09 Juli 2012


A.  Menjadi Cikgu DHAYU..!!
(Disiplin & Kesiapan Mental, kunci utama kesuksesan PPL di Malaysia untuk menjadi calon Guru berwawasan Global)

Oleh        : Dhayu Wisanteng Triatmojo

Coba tebak.., setelah melihat foto dibawah ini, menurut anda kapankah foto ini diambil? Sore hari kah..? malam kah...? atau....?? siang tapi malam..?? haha

                                                

 FOTO 1 : Sesaat sebelum berangkat mengajar ke SMKBP. 


Jika anda berfikir ini adalah foto yg diambil pd malam hari, hemm.. kurang tepat. Meskipun belum nampak adanya cahaya matahari dan sekitar pun terlihat masih gelap, ini  adalah foto yang diambil pada pukul 05.30 pagi waktu Malaysia atau 04.30 pagi waktu Indonesia bagian barat. Bangun lebih pagi dan mandi lebih pagi adalah suatu kegiatan rutin yang harus aku lakukan setiap hari di Malaysia. Hal ini aku lakukan karena ku tinggal di Kolej Rahman Putra (asrama Universiti Teknologi Malaysia/UTM) dan apabila berangkat ke sekolah praktikal, memerlukan waktu kurang lebih 30-35 menit menggunakan mobil atau 40 menit jika ada sedikit traffic jam, hingga sampai sekolah tujuan. Presensi guru dilakukan dengan presensi sidik jari, sehingga memudahkan pendataan kehadiran guru dan karyawan, yang secara otomatis akan aktif hingga waktu yang ditentukan yaitu presensi dilakukan sebelum pukul 07.10 bagi guru dan karyawan. Rutinitas inilah yang membuat aku lebih bisa menghargai waktu dalam segala aktifitas yang aku lakukan sewaktu menjadi guru praktikal mengajar di Malaysia.

Selain kedisiplinan, kesiapan mental juga sangat dibutuhkan bagi para mahasiswa yang mengikuti program pertukaran mahasiswa PPL kerjasama IKIP-UTM. Hal ini dibuktikan dengan adanya suatu kegiatan bimbingan psikologis yang dilakukan beberapa hari sebelum para mahasiswa PPL di berangkatkan ke Malaysia, oleh beberapa dosen pembimbing dari IKIP PGRI Semarang (Bpk. Argo, dkk). Kegiatan ini dimaksudkan agar semua mahasiswa yang akan mengajar di beberapa sekolah di malaysia sudah siap dan tiada rasa takut ataupun minder serta lebih percaya diri apabila dihadapkan pada suatu kondisi lingkungan yang tentunya sangat berbeda dengan kondisi di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar